Ucapan Mari Kita Makan Kek

Assalamualaikum dan salam sejahtera.

Pada 16 Oktober lalu, satu gerakan kecil telah bermula di Facebook. Tanpa nama, tanpa muka, tapi lantang bersuara.

Dalam masa sebulan sahaja, gerakan ini yang telah menjadi satu fenomena kecil yang menarik minat lebih 260,000 pengguna Facebook.

Selepas sebulan, kumpulan “1M Malaysians Reject 100-storey Mega Tower” telah berhasrat untuk menjejak langkah lebih dari laptop para mahasiswa dan desktop tempat kerja. Pada 16 November lalu, sempena menyambut sebulan kewujudan gerakan tanpa ketua ini, rakyat Malaysia telah berkumpul untuk makan kek di tempat-tempat awam.

Tapi, seperti yang kita ketahui, pihak berkuasa samada polis, pengawal keselamatan, mahupun pihak universiti telah memutuskan bahawa: Makan Kek Itu Salah!

Adakah ianya benar-benar salah? Apa yang salah: Kalori? Tiada tanda halal Jakim? Tiada permit untuk makan kek di khalayak ramai?

Atau: salahkah fikiran terbuka yang mengimpikan sebuah Malaysia yang lebih baik, yang lebih rasional, yang lebih saksama?

Adakah berfikir untuk diri kita sendiri itu salah di sisi undang-undang? TIDAK!

Hari ini, sempena semangat 16 November yang saya sebutkan tadi, saya ingin mengajak kita semua untuk sama-sama membebaskan fikiran dari belenggu sifat Politik Ketakutan dan Kelesuan, or what I call the Politics of Fear and Fatigue, dan menuju Politik Harapan dan Pembebasan, atau the Politics of Hope and Liberation.

Walaupun banyak episod dalam negara yang mungkin melemahkan semangat kita, namun amatlah banyak yang boleh kita jadikan pendokong, pemberi harapan baru:

* pembebasan Aung San Suu Kyi, yang telah berdepan dengan kekangan kerajaan militer Myanmar selama lebih 20 tahun! Tanpa henti-henti! Betapa berani dan luhurnya semangat beliau.
* Tamatnya proses pemilihan PKR dengan aman, walaupun masih banyak yang pasti boleh diperbaiki.
* hampir tamatnya satu tahun yang penuh dugaan, tapi cukup produktif, yang membuatkan kita lapar – lapar untuk perubahan positif, lapar untuk kesaksamaan ekonomi dan sebagainya… dan juga… lapar untuk makan kek tanpa dikacau, dan diganggu gugat sesiapa!

Oleh itu, saudara-saudari, saya dengan ini ingin menjemput saudara-saudari sekalian untuk bersama-sama saya makan kek di Putrajaya pada 1hb Januari 2011!

And since it’s the new year, apa kata kalau kita tuliskan satu “Resolusi Tahun Baru Rakyat Untuk Kerajaan Malaysia”? Kita sampaikan dalam bentuk memorandum ke Pejabat Perdana Menteri pada 1hb Januari 2011. Jadi, kalau anda ada idea, boleh lah beritahu staff kami hari ini, atau emailkan ke letsalleatcake2010 at gmail dot com.

Marilah kita mulakan tahun baru dengan azam baru, semangat baru, dan kek-kek yang sedap lagi memberikan tenaga baru untuk melaksanakan segala impian kita!

Don’t be afraid, we’re just eating cake!

Marilah Kita Makan Kek! Let’s All Eat Cake!

Sekian, wassalam.

*****

Assalamualaikum and salam sejahtera.

Last Oct 16th, a small movement began on Facebook. Anonymously, without much fanfare, yet it immediately captured our imaginations.

In just over a month, this movement has become a small phenomenon that has attracted over 260,000 ‘likes’ on Facebook.

One month later, the “1M Malaysians Reject 100-storey Mega Tower” group had hoped to take their work one step further beyond cyberspace. Last Nov 16th, in conjunction with this non-hierarchical group’s one month anniversary, Malaysians had come out to various public places to eat cake.

But, as we know, the authorities, be they the police, security guards, or even the university administration had decided that: Eating Cake Is Wrong!

But is it really wrong? What is wrong: The calories? The absence of Jakim’s halal stickers? The lack of permit to eat cake in public?

Or: is it wrong to be open minded to envision a Malaysia that is better, that is more rational, that is more equitable?

Is it wrong by law to think for one’s self? Surely NOT!

So today, coupled with the spirit of Nov 16th which I mentioned just now, I would like to invite one and all to open and free our minds from the Politics of Fear and Fatigue, and aspire towards the Politics of Hope and Liberation.

Even though much that has taken place in this country may have kept our spirits down, there is in fact much for us to celebrate and have hope in:

* the release of Aung San Suu Kyi, who has faced the Myanmar military regime ceaselessly these past 20 years! How brave and noble her spirit is.
* The peaceful completion of the PKR party polls, even though there is surely much that still needs to be corrected
* the end of a year full and fraught with challenges, yet still productive, which has made us hungry – hungry for positive change, hungry for economic equality and so forth… and also… hungry for the right to eat cake without hindrance or harassment from anyone!

And so, ladies and gentlemen, I hereby invite you to join me to eat cake in Putrajaya on the Jan 1st 2011!

And since it’s the new year, what say you we write up a “Rakyat’s New Year Resolutions for the Malaysian Government”? We can deliver it as a memorandum to the Office of the Prime Minister on Jan 1st 2011. So, if you have any ideas, please do let us know or email to letsalleatcake2010 at gmail dot com.

Let us start this new year with new dreams, new spirit, and these delicious cakes that will surely give us new energy with which we can realise all these aspirations!

Don’t be afraid, we’re just eating cake!

Marilah Kita Makan Kek! Let’s All Eat Cake!

Thank you.


Nurul Izzah Anwar merupakan Ahli Parlimen Lembah Pantai di bawah naungan Parti KEADILAN Rakyat (KEADILAN)

No comments

Powered by Blogger.